Info Unik dan Menarik Terbaru

Menjelajahi Candi-Candi Seks di India Yang Penuh Pesona

Advertisement
Menjelajahi Candi-Candi Seks di India Yang Penuh Pesona - Candi dipandang sebagai tempat belajar dan beribadah, khususnya dalam seni yang lebih luhur, termasuk seni bersanggama. Candi-candi seks di India menjadi tempat yang artistis dan penuh pesona untuk dijelajahi.

Seks diajarkan sebagai pelajaran dalam pendidikan formal, dan risalah seks pertama di dunia Kamasutra, ditulis di India kuno antara abad ke-4 Sebelum Masehi dan Abad ke-2. Malah, jika dilihat lebih dekat, pengingat zaman yang lebih liberal ini dapat dilihat di mana-mana di negara itu.















Batu berukiran motif-motif seksual misalnya terdapat di dinding sebelah bawah Candi Matahari yang berasal dari abad ke-13 di Konark di negara bagian Orissa di timur India. Gambar dan patung telanjang bidadari surga merupakan fitur yang banyak ditemukan di goa batu biara Buddha Maharashtra, Ajanta (dari abad ke-2 SM) dan Ellora (Abad ke-5 sampai 10).


Namun, contoh paling grafis dan paling terpelihara dari seni erotis candi dapat ditemukan di kota kecil Khajuraho di negara bagian Madhya Pradesh di bagian tengah India. Candi Hindu di sana yang diukir dengan elegan dideklarasikan sebagai situs Warisan Budaya Dunia Unesco pada tahun 1986. Didirikan oleh dinasti Chandela antara 950 dan 1050, hanya 22 candi yang masih ada dari 85 candi tadinya.

Situs seluas 6 kilometer persegi itu suatu sore di musim dingin, batu pasir berkilauan dengan warna keemasan. Para perempuan setempat membawa bunga-bunga segar dan dupa untuk doa mereka, sementara para pengunjung berjalan mondar-mandir di koridor sebelah luar, melongo memandangi pahatan yang begitu banyak dan rumit yang menghiasi setiap centimeter dinding.

Ada gambar dewa dan dewi, para prajurit dan musisi, hewan dan burung. Seperti adegan dari candi lain di India. Banyak dari pahatan ini bersifat sangat erotis, dengan menampilkan lelaki, perempuan dan binatang. Ada gambaran tiga orang melakukan hubungan seks bersama, orgi dan bestialitas.


Meskipun sejumlah batu sudah retak dan beberapa anggota tubuh patung sudah patah, pahatan itu masih tetap begitu bagus keadaannya mengingat candi itu sudah berusia lebih dari 1.000 tahun.

















Anehnya, tidak ada alasan mengapa candi-candi penuh hiasan ini didirikan di Khajuraho, karena tidak ada catatan yang jelas apakah ada kerajaan di lokasi itu. Masih bertahannya motif-motif grafis ini mungkin berhubungan dengan terisolasinya candi selama ratusan tahun di tengah-tengah hutan lebat wilayah itu, dan baru kemudian ditemukan seorang warga Inggris, Kapten TS Burt, pada tahun 1838.

Letaknya yang terisolasi membuat candi-candi menawan ini terhindar dari kemurkaan para polisi moral India, yang dalam tahun-tahun terakhir melarang atau menghancurkan berbagai artefak budaya, mulai dari buku-buku Salman Rushdie sampai lukisan-lukisan karya MF Hussain.

Baca: Wisata Pantai Sundak Gunung Kidul Yogyakarta 

Hal lebih menarik daripada ukiran yang eksplisit dan cerita di balik ukiran-ukiran itu adalah kenyataan bahwa candi-candi seks yang berada di India penuh pesona.
Tag : Wisata
Back To Top