Info Unik dan Menarik Terbaru

Ini Alasan Pengguna Ganja Bisa Menjadi Donor Darah

Advertisement
Pengguna Ganja Bisa Menjadi Donor Darah - Bukan sebuah masalah untuk seseorang yang pernah menggunakan ganja atau bahkan yang menggunakan ganja secara teratur untuk menyumbangkan darah mereka. Palang Merah sangat eksplisit tentang topik ini dan menyatakan bahwa, “Menggunakan ganja atau alkohol tidak akan mendiskualifikasi Anda dari memberikan darah selama Anda merasa baik-baik saja.”

Petunjuk yang berguna untuk berdonor darah yang telah dibentuk oleh Palang Merah bisa ditemukan disini.
Sekarang, alasan mengapa pengguna ganja bisa mendonorkan darahnya dan tidak akan merugikan penerima transfusi darah karena tubuh manusia mencerna THC menjadi dua senyawa kimia yang berbeda. Yang pertama adalah 11-OH-THC yang juga efeknya sama psikoaktif seperti THC. Beberapa ilmuwan dan dokter percaya bahwa alasan mengapa rasa ingin mengudap makanan timbul beberapa saat setelah menggunakan ganja, karena tubuh manusia memerlukan waktu untuk mencerna THC sebelum merubahnya menjadi 11-OH-THC yang hadir dalam aliran darah dan 11-OH-THC lah yang menyebabkan rasa lapar. Proses ini terjadi relatif cepat bersamaan dengan organ hati yang terus menerus menyaring darah.

Lalu, Enzim dalam hati terus menerus mencerna senyawa kimia ini dan merubah 11-OH-THC menjadi  11-nor-9-Carboxy-THC yang bersifat non-psikoaktif. Proses ini memerlukan waktu beberapa jam dan disaat tidak adanya THC maupun 11-OH-THC dalam sistem tubuh, maka pengaruh THC yang dirasa pun menghilang. Jadi, ketika pihak Palang Merah mengatakan bahwa donasi darah pengguna ganja tidak mungkin diterima jika mereka yakin bahwa pendonor tersebut baru saja mengkonsumsi ganja, hal ini dikarenakan mereka ingin memastikan bahwa tubuh si pendonor tersebut telah mencerna senyawa kimia yang kemungkinan terkandung dalam darahnya terlebih dahulu.

Hal ini membuat donor mereka dapat diterima meskipun mereka adalah pengguna ganja reguler, karena tidak ada penerima tranfusi darah yang akan mendapatkan senyawa kimia psikoaktif kedalam tubuh mereka yang dapat menyebabkan mereka merasa ‘tinggi’. Satu-satunya syarat yang terkait ganja adalah jangan melakukan donor darah dalam keadaan ‘giting’!

Beberapa orang berpendapat bahwa pengguna ganja tidak seharusnya mendonorkan darahnya karena darah mereka mengandung THC dan umumnya dianggap kotor, sampah, dan alasan yang paling parah adalah karena tidak cocok untuk penerima donor yang masih bayi, balita dan anak-anak. Namun, seperti yang baru saja kita ketahui dan kita bahas bahwa darah pengguna ganja tidak mengandung senyawa kimia yang bersifat psikoaktif, justru tidak benar jika tidak menyumbangkan darah sama sekali.

Setiap darah yang diterima oleh Palang Merah akan dikirim ke laboratorium untuk diproses menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah, plasma, platelet dan atau cryoprecipitate dan Palang Merah telah menyatakan bahwa satu donor darah kemungkinan dapat menolong hingga tiga orang banyaknya.

Jadi, tunggu apa lagi? Untuk mereka yang pernah merasa menggunakan ganja maupun mereka yang menggunakan ganja secara reguler, jangan ragu silahkan sumbangkan-lah darah kalian jika kalian sehat dan mampu melakukannya.

Artikel Terkait:  Oregon Rekreasi Ganja Di Amerika Serikat

Mari kita bersama-sama mendonorkan darah, mendedikasikan hidup kita untuk membantu kesehatan orang lain yang membutuhkan darah kita. Persepsi orang-orang tentang pengguna ganja selama ini ternyata telah salah dan menyesatkan.
Tag : Kesehatan
Back To Top