Info Unik dan Menarik Terbaru

Awas Bahaya Sosis Dan Nugget Serta Cara Mengenalinya

Advertisement
Awas Bahaya Sosis Dan Nugget Serta Cara Mengenalinya - Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang sangat digemari masyarakat Indonesia sejak tahun 1980-an. Istilah sosis berasal dari bahasa Latin, yaitu salsus, yang artinya garam. Hal ini merujuk pada artian potongan atau hancuran daging yang diawetkan dengan penggaraman.

Makanan ini dibuat dari daging atau ikan yang telah dicincang kemudian dihaluskan, diberi bumbu, dimasukkan ke dalam selonsong berbentuk bulat panjang simetris, baik yang terbuat dari usus hewan maupun pembungkus buatan (casing). Sosis juga dikenal berdasarkan nama kota atau daerah yang memproduksi, seperti berliner (Berlin), braunscheiger (Braunshweig) , genoa salami (Genoa), dan lain-lain. 
Sosis

Baru-baru ini, organisasi PBB dalam bidang kesehatan, WHO, memberikan pernyataan pada hari Senin (26/10) bahwa memakan daging olahan misalnya sosis dan daging ham dapat menyebabkan kanker, sementara memakan daging yang tak diolah berpotensi karsinogenik (penyebab kanker).

Sosis merupakan makanan asing yang sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena rasanya enak, Namun, di balik kenikmatan makanan yang kaya akan zat gizi ini, terkandung lemak dan kolesterol tinggi yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk itu, hati-hati mengonsumsi sosis.

Hal yang harus Anda lakukan untuk mengecek sosis.

>> Nilai Gizi
Sosis merupakan produk polahan daging yang mempunyai nilai gizi tinggi. Komposisi gizi sosis berbeda-beda, tergantung pada jenis daging yang digunakan dan proses pengolahannya.

Produk olahan sosis kaya energi, dan dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, sosis juga memiliki kandungan kolesterol dan sodium yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi jika dikonsumsi berlebihan.

Ketentuan mutu sosis berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995) adalah: kadar air maksimal 67 persen, abu maksimal 3 persen, protein minimal 13 persen, lemak maksimal 25 persen, serta karbohidrat maksimal 8 persen. Kenyataannya, banyak sosis di pasaran yang memiliki komposisi gizi jauh di bawah standar yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan pemakaian jumlah daging kurang atau penggunaan bahan tidak sesuai komposisi standar sosis.

>> Baca Label Sebelum Menyantap
Seiring dengan berkembangnya industri pangan, saat ini telah dikembangkan sebuah inovasi baru, yaitu sosis siap makan tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu. Dengan demikian, sosis tersebut dapat dimakan sebagai snack.

Saat ini juga mulai banyak dijual sosis steril, yaitu sosis yang dibuat melalui proses sterilisasi sehingga awet untuk disimpan pada suhu kamar, selama beberapa waktu. Sosis tersebut tinggal dibuka dari kemasannya dan langsung dapat dimakan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan lemak sosis yang cukup tinggi. Konsumsi sosis sebagai snack hendaknya memperhatikan faktor-faktor kesehatan seperti obesitas dan kolesterol. Sosis dengan kadar lemak rendah dapat menjadi pilihan. Karena itu, sebaiknya membiasakan diri membaca label secara seksama sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsi sosis.

>> Hati-Hati Sosis, Nugget, Kornet
Lalu, apakah harus menghentikan sama sekali konsumsi sosis bagi anak-anak? Tentu saja tidak. Berdasar informasi di atas, Anda hanya perlu mengecek ingredients yang tertera pada kemasan sosis dan memastikan bahwa tidak ada sodium nitrate di dalamnya. Atau mungkin Anda bisa membuat sosis sendiri yang tentu saja akan jauh lebih sehat dan aman bagi buah hati Anda. Itulah alasannya kenapa sosis berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, yaitu dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, bila ingin membeli sosis, lihatlah di kemasannya, bila terdapat tulisan Sodium nitrate di komposisinya jangan di beli. Demikian dan semoga Anda dapat menjaga buah hati Anda dan keluarga Anda agar aman dan lebih sehat.


Awas Bahaya Sosis Dan Nugget Dan Cara Mengeceknya. Semoga bermanfaat bagi Anda serta dapat membantu Anda dalam memilih makanan untuk keluarga.
Tag : Kesehatan
Back To Top