Info Unik dan Menarik Terbaru

Berikut ini jenis kopi yang tumbuh di Indonesia

Advertisement
Berikut ini jenis kopi yang tumbuh di Indonesia - Kopi jenis minuman yang punya sejuta cerita dibalik setiap cangkir terkhusus untung bangsa Indonesia. Kisah dibalik secangkir kopi selalu dimulai dengan kerja keras petani menghasilkan biji-biji berkualitas tinggi untuk selanjutnya melalui proses pengolahan dan sampailah pada kalangan penikmat kopi, kita semua!

Secangkir kopi merupakan warisan bangsa Indonesia antar generasi yang menjadi sumber mata pencaharian bukan hanya untuk masyarakat desa sebagai petani, tetapi juga dunia industri serta dunia pariwisata dan hiburan. Diberbagai plosok Indonesia kedai kopi telah muncul menjamur dari yang ditargetkan untuk kelas atas ataupun kelas bawah. Terlihat tidak ada perbedaan kelas sosial-ekonomi dibalik para penikmat kopi. Luar biasa buka.

Berbekal pengetahuan dan ketrampilan yang saya peroleh melalui kerja praktik bersama “Suratno” seorang Sarjana Teknik Pertanian (STP) disini saya akan bercerita tentang jenis-jenis kopi yang tumbuh di Indonesia. Jenis kopi secara genetikal.

Ketika berbicara tentang produksi kopi, maka negara di dunia yang menduduki peringkat pertama adalah Brazil dengan suplai terhadap pasar kopi dunia mencapai 30% dari total permintaan. Diperingkat kedua terdapat negara Kolombia dengan suplai terhadap pasar dunia mencapai 10%. Serta, Indonesia negara kita turut juga menjadi penyuplai komoditas kopi di pasar dunia. Negara-negara lain penghasil kopi untuk pasar dunia, diantaranya: Costa Rica, Hawai, Guatemala, Ethiophia, India, dsb. Negara-negara tersebut memiliki karateristik geografis yang berbeda-beda dan unik sudah dapat dipastikan kualitas kopi yang dihasilkan pasti sangat nikmat.

Setelah mengenal negara penghasil kopi dunia, kini tiba saatnya untuk mengenal tentang jenis-jenis kopi yang diperdagangkan di pasar dunia:

  1. Kopi Arabika: jenis kopi yang paling disukai karena rasanya dinilai paling baik. Jenis kopi ini disarankan untuk ditanam di ketinggian 1000-2100 mdpl. Kopi Arabika akan tumbuh optimal pada kisaran suhu 16-20 derajat Celcius. Karateritik berbeda yang ditemuai pada kopi jenis arabika adalah buahnya mudah rontok ketika telah matang. Disarankan untuk dipanen sebelum rontok dikarenakan apabila telah jatuh ketanah, maka berakibat pada penurunan kualitas rasa. Kopi Arabika memiliki harga jual tertinggi dibanding jenis lain, akan tetapi didalam pertumbuhannya jenis ini sangat rentan terhadap penyakit karat daun.
  2. Kopi Robusta: jenis kopi ini memiliki toleransi terhadap ketinggian dan kekebalan yang lebih baik terhadap penyakit karat daun. Jenis kopi ini tumbuh baik pada ketinggian 400-800 mdpl dengan suhu 21 - 24 derajat Celcius. Budidaya jenis kopi ini sangat cocok dilakukan didataran rendah dimana kopi arabika rentan terhadap serangan penyakit karat daun. Sejarah mencatat bahwa pada masa kolonial terjadi penanaman ulang jenis arabika dengan robusta akibat penyakit karat daun yang terjadi secara masal. Berbeda dengan buah kopi pada jenis arabika yang mudah rontok, pada jenis robusta hal tersebut tidak terjadi. Kemudahan dalam hal budidaya nampaknya tidak diimbangi dengan harga jualnya. Kopi robusta pada umumnya dihargai lebih rendah dibanding jenis arabika dikarenakan alasan cita rasa yang kalah bersaing.
  3. Kopi Liberika: jenis ini bisa tumbuh baik didataran rendah dimana jenis arabika dan robusta tidak bisa tumbuh. Keunggulan kopi liberika adalah daya tahan yang tinggi dari serangan penyakit karang daun. Meskipun demikian kopi jenis ini tergolong berkualitas rendah dibanding arabika dan robusta. Hal tersebut terlihat dari ukuran buah kopi yang tidak seragam serta rendemen hanya sebesar 12%.
  4. Kopi excelsa: salah satu jenis kopi yang paling toleran terhadap ketinggian bisa tumbuh dari ketinggaan 0-750 mdpl. Selain itu jenis kopi ini juga tahan terhadap kekeringan

Selain dari keempat jenis tanaman kopi tersebut di dunia masih dikenal berbagai jenis tanaman kopi, tetapi secara umum keempat jenis tersebut mereprentasikan jenis kopi yang diperdagangkan di pasar dunia.

Setelah kita mengetahui tentang jenis kopi di dunia kini saatnya mencari tahu tentang jenis kopi yang dibudidayakan di Indoensia. Usut punya usut dirujuk dari www.alamtani.com (2015) bahwa Indonesia memiliki proporsi 80 % jenis robusta dan 20 % arabika. Jika dilihat kembali strutktur geografis Indonesia merupakan barisan pegunungan dan dataran tinggi maka pengembangan arabika setidaknya dapat ditingkatkan kembali. Proporsi ini tentu sangat merugikan nasib petani Indoneisa. Dikarenakan pasar dunia terkhusus eropa lebih memilih jenis dari arabika. Akibatnya jika kita lihat secara umum pengelolaan kopi di Indonesia oleh petani rakyat terkesan seadanya dan sebisanya. Hal tersebut wajar karena tidak ada insentif ekonomi yang timbul. Kebetulan juga penulis melakukan riset di PT Perkebunan Nusantara IX disini juga terlihat bahwa komoditas kopi tidak memberikan keuntungan signifikan.

Bagaiamana respon kompasianer mendengar hal ini?

Untuk jenis kopi Arabika yang telah dipadukan dengan kearifan lokal di Indonesia kemudian dipopulerkan dengan jenis, sebagai berikut: Kopi Gayo (Aceh), Kopi Mandaling (Sumatera Utara), Kopi Kintamani (Bali), Kopi Mangkuraja (Bengkulu), Jawa, dan Kolosi (Toraja). Uraian tentang jenis kopi berdasarakan genetikal ternyata mampu menjawab mengapa nama-nama kopi yang lahir dari kearifan lokal masyarakat di Indonesia mampu mendunia.

Untuk jenis robusta juga tidak dapat dikatakan kalah saing. Cita rasa dari jenis robusta juga memiliki keunikan. Baru-baru ini telah populer percampuran (blending) antara jenis robusta dengan arabika menghasilkan cita rasa unik dan premium. Perlu diketahui oleh kompasianer, kehadiran minuman kopi di Indoensia bukanlah soal cita rasa yang berasal dari genetikal semata. Kopi nusantara punya cita rasa unik yang dibangun atas dasar hubungan manusia dengan alam. Untuk itu bisa dibayangkan dibalik secangkir kopu yang kita nikmati, disitu ada sejuta harapan dari negeri ini. dan sejuta cerita masih ada dibalik secangkir kopi. Semoga kawan-kawan dari berbagai penjuru Indonesia dapat mengekplorasi lebih lanjut untuk memperkaya kasanah pengetahuan kita sebagai bangsa yang kaya.
Demikian jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia. Semoga dengan pengetahuan ini anda dapat menikmati kopi dari Indonesia.
Tag : Kuliner
Back To Top