Info Unik dan Menarik Terbaru

Wisata Perdesaan Dan Sejarah Pentingsari di Yogyakarta

Advertisement
Wisata Perdesaan dan Sejara Pentingsari di Yogyakarta - Merasa jenuh dengan suasana perkotaan yang padat, sibuk, dan penuh dengan polusi udara? Pergilah ke desa dan berelaksasilah di sana. Alam pedesaan yang masih alami dan segar bisa membantu menyegarkan tubuh dan pikiran anda. Salah satu desa yang bisa anda kunjungi untuk melepas penat adalah Desa Pentingsari yang berada di Yogyakarta. Desa Pentingsari berada di Kelurahan  Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman, Yogyakarta. Desa ini berada tidak jauh dari Gunung Merapi, sehingga tidak heran bila suasananya sangat asri dan sejuk.

Memasuki Desa Pentingsari, anda akan melihat pepohonan yang asri, hamparan tanah hijau, dan perkebunan cokelat, cengkeh, dan kopi dan pohon-pohon buah seperti pisang, durian, papaya, manggis, dan salak. Selama menandangi Desa Pentingsari, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh wisatawan. Salah satunya adalah trekking mengelilingi Desa Pentingsari, yaitu dengan melewati hamparan persawahan, kebun salak, Lembah Sungai Kuning, dan Pawon. Saat hendak melakukan trekking, wisatawan bisa memilih, akan ditemani pemandu atau tidak. Selain menyaksikan potensi alam yang begitu indah, wisatawan bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah saat masuk lebih dalam lagi, seperti Pancuran Sendang, Gua Ponteng, Batu Dakon, Kali Pawon, Luweng, Tempuran, dan Batu Persembahan.
Pancuran Sendang adalah sumber mata air yang berasal dari tebing Kali Kuning yang memiliki debit cukup deras dan bercampur dengan pasir. Untuk sampai ke lokasi pancuran ini, wisatawan harus melewati lembah yang berkelok dan menurun. Pancuran Sendang sendiri memiliki asal-usul yang menarik. Konon, seorang pangeran dari Madura tengah berkeliling mencari obat untuk sang putri yang sedang mengalami gangguan penglihatan. Ia pun mengelilingi Gunung Merapi. Setibanya di bagian barat, pangeran tersebut merasa lelah hingga akhirnya tertidur di lereng gunung tersebut. Dalam mimpinya, ia diminta untuk menusukkan kerisnya ke tebing. Ketika terbangun, pangeran itu pun langsung menusukkan kerisnya pada tebing. Seketika, keluarlah air dari tebing tersebut. Ia pun segera menampung airnya, kemudian memberikannya kepada sang putri hingga akhirnya putrinya sembuh. Berawal dari cerita ini, masyarakat setempat percaya bahwa air Pancuran Sendang berkhasiat menyembuhkan penyakit.
Di sisi selatan Desa Pentingsari terdapat Gua Ponteng yang berada di pertemuan Sungai Kuning dan Sungai Pawon. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dahulunya Gua Ponteng sering digunakan sebagai tempat pertapaan dan tempat persembunyian tentara pribumi dari kejaran tentara Belanda. Konon, tentara Belanda yang melakukan pengejaran hingga ke gua ini pasti tidak ditemukan lagi. Ada lagi yang namanya Batu Dakon, yang juga berada di sisi selatan Desa Pentingsari. Batu padas ini bertekstur keras dan berlubang. Adapun penamaan Dakon diambil dari nama permainan Dakon, yang di beberapa daerah disebut Congklak.  Konon, pada zaman penjajahan Belanda, Batu Dakon digunakan untuk meramal nasib dengan memperhitungkan weton hari buruk dan baik.
Sekitar 300 meter dari Desa Pentingsari terdapat Kali Pawon, yang dalam Bahasa Jawa, “Pawon “ berarti “Dapur”. Konon, Kali Pawon digunakan oleh para prajurit Diponegoro sebagai tempat memasak. Selain memasak, mereka juga kerap menjadikan Kali Pawon ini sebagai tempat tinggal saat bergerilya melawan tentara Belanda. Di pinggir Kali Pawon ini terdapat batu cadas besar bertekstur keras bernama Batu Luweng. Konon, batu inilah yang kerap digunakan oleh para prajurit Diponegoro sebagai tempat memasak. Dalam Bahasa Jawa, Luweng berarti tungku. Menurut cerita masyarakat, kerap terjadi hal aneh pada batu ini saat malam hari. Seringkali terdengar suara orang ramai yang sedang memasak, padahal ketika dilihat, tidak terjadi apa-apa.

Di ujung selatan desa ini terdapat Tempuran yang berada di pertemuan Kali Kuning dan Kali Pawon. Dulunya Tempuran dijadikan tempat persemedian, namun kini telah dijadikan tempat bermain air. Dan yang terakhir yaitu Batu Persembahan. Batu berukuran besar ini berada di pematang sawah milik seorang warga. Setiap Bulan Suro, tiga ekor kera datang dari Gunung Merapi dan berdiri di Batu Persembahan ini, hingga salah satunya akan menghilang. Konon, kera yang hilang telah dijadikan persembahan bagi Baroklinting, ular penjaga Desa Pentingsari.
Setiap wisatawan yang datang ke Desa Pentingsari bisa mendapatkan fasilitas homestay dan makan tiga kali sehari dengan tarif yang terjangkau.  Wisatawan juga diperkenankan untuk meminta tambahan pelayanan, seperti belajar membatik, belajar membajak, bertani jamur, mengolah sawah, trekking, dan belajar gamelan dengan tambahan biaya yang cukup terjangkau. Untuk sampai ke Desa Pentingsari, sebaiknya wisatawan menyewa kendaraan dari Yogyakarta.
Tag : Wisata
Back To Top